Software Pasang Iklan Gratis

Friday, August 24, 2012

Aku Tidak Akan Lakukan Itu!


Pagi yang tidak seperti biasanya dikarenakan kamu menggunakan pakaian sembahyang untuk melakukan upacara gedung baru yang telah selesai dibangun dikantorku berupa sebuah gudang arsip yang akan kami pergunakan mungkin mulai awal bulan besok. Hari ini aku tahu bahwa Ayumi sedang ada upacara 3 bulanan untuk adiknya, jadi aku asumsikan kemungkinan hari ini dia tidak akan masuk ke kantor. Tapi tidak disangka saja tiba-tiba Ayumi datang dan mengatakan kepada salah satu teman kantorku dan aku sendiri bahwa acara upacara untuk 3 bulanan sudah selesai dilaksanakan jadi dia sempat datang ke kantor untuk mengikuti prosesi upacara gedung baru kantor.

Setelah itu tentu saja ada acara makan bersama, ya walaupun hanya nasi bungkus namun aku bersyukur untuk mendapatkan nasi itu daripada orang lain yang sangat bersusah payah melakukan sesuatu hal hanya untuk mendapatkan sebungkus nasi untuk hari ini saja. Thank you God for all your blessing to me and my friend here in the office. Amen! Sayang kita tetap bekerja seperti biasanya setelah perayaan tersebut, memang sih aku rada malas bekerja hari ini jadinya setengah-setengah pekerjaanku aku kerjakan. Maklum aku masih mengantuk, apalagi setelah makan penyakit ngantuk aku kambuh, Hhehehe...

"Tumben waktu berjalan cepat hari ini",pikirku sembari aku melihat jam dinding yang menunjukkkan pukul 11.45. Ayumi pun menghampiri aku dan berkata bahwa aku harus melupakan dia, mencoba untuk mencari wanita lain selain dia, kenapa kamu menyukai aku, ya tipikal seperti itulah. "Ayumi" terus mendesak aku untuk melupakan dia dan mengobrol denganya tentang topik yang lainnya juga. Aku tekankan lagi ya Ayumi'kataku. Bahwa aku tidak akan lakukan itu entah melupakan perasaan aku kepadamu, mencoba mencari wanita lain, kamu mau merubah sikapmu yang baik menjadi tidak baik atau apalah. Aku tidak akan lakukan itu dan aku juga yakin kamu tidak akan lakukan perubahan sikap agar aku membencimu. Kamu orangnya tidak seperti itu Ayumi. Apalagi tadi siang kamu akan mendesak cowokmu itu menikah denganmu supaya aku tidak terus-menerus menunggumu, kuharap kamu tidak melakukan itu... aku... takut kehilangan dirimu Ayumi. Jika saja memang kenyataan itu terjadi kamu menikah dengannya, mungkin aku akan mengalami depresi dan stress teramat sangat. Aku selalu terus berdoa dan berharap banyak untuk bisa menikah denganmu. Aku tidak ingin berlayar untuk mencari cinta lagi, sudah cukup bagiku untuk berlabuh dan menambatkan jangkar cinta aku di pelabuhan hatimu. Aku tidak butuh dengan pelabuhan hati dari wanita lain. Kamu yang terakhir bagiku. That's enough! Dari dulu aku memang tidak main-main bahkan aku serius dengan urusan berpacaran karena memang tujuanku berpacaran untuk mencari seorang wanita yang aku nikahi. Aku tidak akan melupakan rasa cintaku kepadamu, Ayumi. TITIK! Bukannya itik ya guys! Hhehehe....

No comments:

Post a Comment

Post a Comment