Software Pasang Iklan Gratis

Monday, November 19, 2012

Aku Menangis Lagi


Sepulang kantor aku sudah tidak bisa menahan rasa kangen, rasa takut akan kehilangan Ayumi dalam hidupku bahkan sekarang aku mulai mengalaminya yaitu sedikit demi sedikit kita menjauh satu sama lainnya dikarenakan sikap diam kita berdua. Aku hanya mengikuti arus apa yang Ayumi ingin lakukan dan menghargai keputusannya belum lagi wajah Ayumi masih terngiang dalam pikirianku ini. Hal ini yang membuat hatiku sangat sakit tetapi aku tahan dengan sangat kuat karena aku satu mobil dengan ibuku, mana mungkin aku menyetir tiba-tiba saja aku mengeluarkan air mata dimana aku malas untuk menjelaskan kepada ibuku duduk persoalan yang aku hadapi dan akan aku simpan sendiri.

Saat di kamarku, aku menyalakan televisi dan memutar film perang yang cukup ribut dengan suara desingan peluru serta bom. Akhirnya aku menumpahkan air mata yang aku bendung dan aku tahan tadi. Aku terus menangis ... menangis ... menangis dan menangis yang menyebabkan bantalku basah dengan air mataku. Entah berapa lama aku menangis, aku sendiri pun tidak tahu. Saat itu aku hanya ingin menangis dan tidak ingin mengerjakan hal lainnya. Semenjak Ayumi mulai bersikap seperti itu "diam" kepadaku, hidupku mulai kacau. Aku tidak bisa fokus untuk mengerjakan pekerjaan aku yang beberapa kali tertunda kemarin. Bahkan aku mulai jarang untuk menerima job lagi. Dipikiranku hanya ada kamu, kamu dan kamu; Ayumi. Kamulah tujuan hidupku, Ayumi. Tanpa sadar air mata aku mulai menetes kembali dan aku menangis lagi di kamarku.

Beberapa jam kemudian ...

Aku terbangun pada malam harinya, aku tidak tahu saat itu jam berapa karena aku bermimpi buruk tentang Ayumi. Akhirnya, aku menangis lagi dan lagi pada malam kemarin. Aku menangis dengan menahan suara tangisanku agar ibuku tidak mengetahuinya kalau aku lagi sedang menangis pada malam kemarin. Aku hanya bisa terisak-isak di kegelapan malam yang cukup dingin walaupun udara terasa pengap. Aku hanya menatap kekosongan langit-langit kamarku dan merasakan air mataku mengalir dan membasahi pipiku. Ayumi, aku masih mencintaimu dan kangen senyuman indahmu itu serta canda tawamu.

No comments:

Post a Comment